Sunday, June 29, 2014

Puasa ikut siapa? Kesampingkan ego raih akhirat


Kesaampingkan egomu, pikir akhiratmu..


Berikut sebuah tulisan dari Ust. Badrussalam Lc., beliau adalah ustad yang memiliki track record yang mumpuni dalam bidangnya

semoga dapat membukakan mata hati kita.


-----------------------------------------

🍫. Puasa Ikut Siapa?!

Ustadz Badrusalam, LC

Bismillah,
Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam brsabda: "Barangsiapa mentaatiku berarti tlah mentaati Allah, barangsiapa menentangku berarti telah menentang Allah, barangsiapa menaati pemimpin umatku berarti telah menaatiku,&barang siapa menentang pemimpin umatku berarti telah menentangku." (HR. Bukhari Muslim)

Imam Ibnu Abil Izz brkata, "Dalil2 dr al Qur'an, sunnah & ijma' salaf menunjukkan bhwa seorang penguasa, imam shalat, hakim, komandan perang & petugas zakat itu wajib ditaati semua keputusannya yg berkaitan dgn hal2 yg bersifat ijtihadi. Pengusa tdk brkewajiban utk mentaati rakyat dlm masalah2 ijtihadiah. Bhkan kewajiban rakyat adlah mentaati penguasa & meninggalkan pendapatnya demi pendapat yg dipilih penguasa. Krn sesungguhnya manfaat persatuan&kesatuan&bahaya perpecahan&perbedaan itu lebih penting drpd ngotot dlm masalah2 ijtihadiah". (Syarh Thahawiah hal 376).

Wahai saudaraku..
Bersatulah&jgn berpecah belah..
Ikutilah pemerintah dlm hal ini dan itu lebih selamat bagimu..
Sungguh..
Rabb-mu menyuruhmu utk ta'at kpd pemerintah muslim..
Selama dlm perkara yg ma'ruf..
Di dlmnya hikmah persatuan adlah lebih utama..
Yg jk seandainya pemerintah salah dlm hal ini..
Mk dosanya utk mrk..
Sedangkan engkau lebih selamat krn mengikuti perintah Rabb-mu..
Itulah hujjahmu kelak ketika berdiri dihadapanNya..

Rasulmu brsabda:
"Dengar dan taatlah (kpd penguasa). Krn yg jd tanggungan kalian adlah yg wajib bagi kalian, dan yg jd tanggungan mrk adlah yg wajib bagi mrk" (HR. Muslim 1846)

"Sholatlah kalian bersama imam, jika sholat imam itu benar, kalian mendapat pahala. Jika sholat imam itu salah, kalian tetap mendapat pahala dan sang imam yg menanggung kesalahnnya." (HR. Bukhari no. 662)

Sedangkan..
Jika engkau ikut Ormas yg menyelisihi pemerintah..
Kmudian trnyata mrk salah dlm perhitungannya..
Apa jawabmu kelak?
Sungguh tanggung jawab itu benar2 akan ada sepenuhnya di pundakmu..
Allahu'alam bisshowab..

-----------------------------

Disadur dari BB Broadcast Kajian Islam Tanggal 28 Juni 2014

No comments:

Post a Comment